What's Up!!!

@miniblora

Perhatikan Kehalalan Harta untuk dinafkahkan

nafkah-halal-dan-haram

“Enak aja, 2 anak dan 1 pembantu itu kebutuhan yang sedikit? Itu juga ga sedikit kali. Kalau kita merasa cukup ya cukup, kalau ga ya ga.” Begitulah kira-kira curhatan teman kepada saya ketika menanggapi atasannya merasa tidak perlu lagi memperhatikan harta haram ataukah halal yang akan dinafkahkan untuk keluarganya yang katanya keluarga besar, sedangkan teman saya dianggap belum banyak kebutuhan jadi wajar jika peduli dengan harta yang ia peroleh.

Saya hanya tersenyum dan juga prihatin karena sebetulnya sudah tidak asing lagi mendengar dan melihat fenomena seperti ini. Seperti hadits yang diriwayatkan Bukhari, bahwa Rasulullah bersabda, “Akan datang nanti suatu masa, orang-orang tidak peduli dari mana harta yang dihasilkannya, apakah dari jalan yang Halal atau dari jalan yang Haram.”

Ngeri memang. Tidakkah ada keinginan untuk bertaubat dan sadar kembali, tanggung jawab kepada anak dan istri adalah tanggung jawab besar di sisi Allah. Tanggung jawab menjaga keluarga dari api neraka dan berusaha menggapai kesuksesan di dunia dengan mendapatkan sakinah, mawaddah dan rahmat dan kesuksesan di akhirat dengan masuk ke dalam surga-Nya. Ini adalah target besar yang harus diikhtiarkan.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (TQS. At-Tahrim [66]:6).

Salah satu hal penting sebagai bentuk tanggung jawab seorang suami adalah memberi nafkah keluarganya dengan makanan yang halal dengan cara yang halal lagi barakah.

Jadi teringat dengan teman yang merasakan bahwa harta yang tidak jelas halal itu sama sekali tidak barakah, apalagi dinafkahkan untuk keluarganya. Katanya, harta itu seakan lenyap begitu saja. Insya Allah dengan kesadaran dan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya bisa menentramkan dan melapangkan hati kita.

“Dan bahwasanya Dia-lah yang Memberi kekayaan dan kecukupan.” (TQS. An Najm (53): [48])

Semoga kita memiliki hati yang kaya dan sama-sama terus berusaha bersikap qana’ah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 29, 2015 by in Uncategorized.

Twitter

The Big DayAugust 24th, 2019
The big day is here.

Ya Allah…

Jadikan langkah-langkah hidup kami menjadi bagian dari perjalanan kami menuju surga-Mu

"Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (TQS. Al An'am (6): 162)

December 2015
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 197 other followers

%d bloggers like this: