What's Up!!!

@miniblora

Dan Isi Mimpiku pun tentang Kuliah…

mimpi belajarTeringat akan nasihat Alm.Ustadz Rahmat Abdullah tentang dakwah:

 

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan

meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu.

 

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang

umat yg kau cintai.

 

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.

Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di

tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang

hancur lebur dipaksa berlari.

 

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang

akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat

yg diturunkan Allah.

 

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya

sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi

orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang

segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah

kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai

jiwa yang tenang.

 

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga

terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa

pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya

diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang

sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang

bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

 

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah

bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah

bukannya sepi dari godaan kefuturan.

 

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama

mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan

segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

 

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu

menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana

pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan

rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus

mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk

mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

 

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.

Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda

dibandingkan jihad yang begitu cantik.

 

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar

wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.

Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi

kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

 

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya

adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan

pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan

Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya

besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu

mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru

jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah

dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

 

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya

dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…

Mengajak kita untuk terus berlari…

 

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Yaa… Nasihat itulah yang pertama kali muncul dalam pikiranku setelah terbangun dari mimpi. Mimpi yang jauuuh berbeda dengan beliau. Karena mimpiku tentang kuliah. 😦

Sedih sebenernya, kenapa tentang kuliah? Sisi lain lucu emang. Dalam mimpiku, aku mengikuti beberapa mata kuliah dengan nasihat yang sama dari para dosen, “Ayo makalah/paper/jurnal segera kumpul. Setor –setor…!!!” :-O

Advertisements

One comment on “Dan Isi Mimpiku pun tentang Kuliah…

  1. Maydina Zakiah S
    June 12, 2013

    kuliah pun jadi mimpi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 5, 2013 by in Uncategorized.

Twitter

The Big DayAugust 24th, 2019
The big day is here.

Ya Allah…

Jadikan langkah-langkah hidup kami menjadi bagian dari perjalanan kami menuju surga-Mu

"Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (TQS. Al An'am (6): 162)

June 2013
M T W T F S S
« Dec   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 197 other followers

%d bloggers like this: