What's Up!!!

@miniblora

Dunia Yang Sebentar Ini, Penentu Keabadian Akhirat

dunia hanya sebentar

Tut..tut..tut keyboard merangkai kata-kata ini dengan ditemani lantunan syair yang indah

“dunia.. indah diciptakan menawan hati kadang menggoda…”

Crep…deg…deg…deg…
Terasa sesak menyindir dalam…
Menyemangati aku lagi untuk senantiasa mengoreksi niat, mengoreksi apa yang telah dan akan aku lakukan.
Dunia ini…
Inginkah kau tanyakan tentang diriku???
Untuk apa hidupku?

…jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri…

Yang ku katakan adalah diriku dan hidupku akan berubah jadi lebih baik dan bermanfaat!!!

Sambil ku baca kisah-kisah sahabat. Mereka telah menyemangatiku. Subhanallah… ku tanya pada diri, bisakah ku seperti mereka? Setidaknya aku sedikit meniru semangat jihadnya, aku bukan hanya memikirkan diriku sendiri, tapi umat ini. Kesuksesan bangsa adalah kumulatif kesuksesan pribadi.

Akhirnya ku berpikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, penghuni neraka kebanyakan adalah kaum hawa. Sebegitunya perempuan-perempuan punya banyak potensi untuk melakukan kemaksiatan yang menyeretnya ke neraka. Sebaliknya perempuan yang sholehah, wanita yang sholehah akan menandingi bidadari surga.

‘Addunya mal’uunatun mal’uunun maa fiihaa illaa dzikrullahi wamaa walahu aw ‘aaliman aw muta’alliman. (HR. Tirmidzi)
Dunia itu dilaknat apa saja yang ada di diatasnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mengiringi dzikir kepada Allah atau orang yang mengajarkan ilmu atau orang yang mencari ilmu. ( HR. Tirmidzi).

Yang dilaknat adalah syahwat kepada dunia. Tapi tidak salah kalau kita menginginkan dunia. So, memang harus hati-hati dengan urusan dunia. Kesenangan dunia sesaat tapi sungguh menipu.

Janganlah tertipu oleh dunia. Gunakanlah dunia untuk berdzikir kepada Allah.

“Ali kenapa kamu gemetar, sangat ketakutan dan mengapa menangis?” . “Karena sudah 3 hari ini tidak ada orang yang meminta pertolongan kepadaku”, jawab Ali. “ karena menolong adalah bagian dari amalan”, tambahnya.

Ya Allah, betapa kita sering kali tak sampai berpikir seperti Ali. Sungguh menjadi orang yang dibutuhkan adalah kebahagiaan tersendiri, karena ini insyaAllah akan mnejadi ladang amal bagi kita.

Punya HP, maka manfaatkanlah untuk sarana berdzikir kepada Allah. untuk sms tausiyah kepada temen2, sarana ukhuwah dan jihad. Karena ini juga akan mengiringi dzikir kepada Allah. Bukan HP untuk sapa sayang-sayangan lawan jenis yang bukan mahromnya. InsyaAllah, mini sadar akan hal ini kan?
Alangkah indahnya HP dengan nuansa ilmu. Sarana untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi HP yang akan mengantarkan kita ke surga. Dan bisa jadi juga HP-lah yang akan mengantarkan kita ke neraka.

Juga ilmu yang merupakan harta tak ternilai dibanding yang lain. Menuntut ilmu dan berbagi kepada yang lain. Salah satu amalan yang tak terputus sampai nanti di akhirat, selain amal jariyah dan anak sholeh.

Bagaimana cara kita memahami hidup?
Hidup adalah kumpulan berbagai peristiwa. Jadi antara peristiwa dan hidup tidak dapat dipisahkan. Selama masih hidup maka akan terjadi peristiwa, baik itu peristiwa menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Hidup akan lebih bermakna ketika hidup itu banyak diwarnai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa demikian? Karena di balik peristiwa itu selalu ada makna dan terdapat dua hamparan, yaitu hamparan ke surga dan hamparan ke neraka.
Misalkan saja, ketika kamu mesti berangkat ke kampus, tiba-tiba ban sepedamu bocor. Pasti kamu waktu itu, sungguh-sungguh kerja keras, berpikir apa yang akan kamu lakukan supaya kamu bisa tepat waktu sampai kampus dengan sepedamu yang saat itu ternyata bocor. Kamu harus membawanya, menyurungnya sampai bengkel, padahal bengkelnya sejauh 3 KM, karena memang rumahmu masih termasuk terpelosok desa. Hingga akhirnya sampai juga kamu ke kampus. Sesampai kampus, kamu tak hentinya menceritakan kisah ban bocor tadi kepada temen2 sekelas.
Benar kan, akan ada perasaan yang beda ketika kamu berangkat dengan mulus dan ketika kamu berangkat dengan harus berjuang keras dengan ban bocormu.

Ada 4 macam orang terkait dengan peristiwa yang ia alami dalam hidup ini. Pertama, orang yang dipenuhi dengan peristiwa menyenangkan, yang mana mengantarkan ia ke surga. contohnya saja, Allah menganugerahi dirimu dengan suara indah yang kamu gunakan untuk adzan. Kedua, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan tetapi tetap mengantarkan dia ke surga. contohnya, ketika kita sakit, kita tetep berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersama sakitnya tadi. Dan bahkan bisa jadi surga orang kedua lebih luas daripada orang yang pertama. Ketiga, orang yang dipenuhi kesenangan dunia yang mengantarkan dia ke neraka. Contohnya, ketika dititipi oleh Allah dengan melimpahnya harta tapi harta itu ia gunakan untuk diri sendiri, suara indah untuk nyanyi di depan umum apalagi wanita dan itu hanya untuk pamer. Keempat, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan dan ditambah pula peristiwa itu mengantarkan dia ke neraka. Sungguh rugi sekali. Contohnya, saya kan ikhwah sudah tak punya apa-apa, betapa tidak adil sekali Allah memberi sakit. Yang akhirnya sholatnya jarang jarang. Contoh lain, orang yang tak punya yang suka mencuri.
Astaghfirullah…

Ketika hari-hari misal selama kos kekurangan uang. Betapa seringnya emosi ini mudah terpancing. Kadang sedih. Tapi ternyata mau sedih atau mau tidak sedih tidak akan mengubah, kalau kita tak bergerak. Maka dimulai dengan ikhtiar mencari sumber rezeki. Kalau kita mau berusaha, InsyaAllah Allah akan memudahkannya. Ini bukanlah permasalahan yang besar yang membuatmu berputus asa akan keadaan. Karena lihatlah orang di bawah yang belum beruntung bisa kuliah seperti kita. Kadang aku memang kasian juga. Kadang dia menangis. Maka, aku selalu mengajaknya untuk kontinu dalam shaum sunnah dan kalau bisa shaum dawud. Inilah yang akan menjaga hati, mengontrol emosi dan menenangkan pikiran. Semoga orientasi dan niatan puasa senatiasa untuk Allah SWT. Amiiin…
Smangat!3x… rajin!3x…

Dunia ini sungguh sangat sebentar dibandingkan nanti di akhirat yang abadi. Pilihan ada di tangan masing-masing kita. Memilih hamparan menuju ke surga atau hamparan menuju ke neraka. Sungguh ketika kamu bayangkan saja, hidup di dunia yang sementara saja ngerasanya lama juga. Apalagi di akhirat nanti yang abadi, tak terbayang.

Hai mini, selipkan di setiap doa-doamu memohon ampun dan petunjuk kepadaNya dan ikhtiarmu untuk berupaya menemukan jalan menuju ke surga. Kalau lagi susah, berikhtiarlah, bersabar dan bertawakallah kepadaNya.

Ya Allah tetapkan orientasi hidup ini bukan dunia tetapi agama ini.

Ya Allah, gulitakan hati kami dari segala pesona dunia agar kami terlena karena buaiannya, terangkan hati kami dari segala keindahan akhirat agar di hati ini tiada lagi rindu kecuali untuk bertemu denganMu.

Advertisements

3 comments on “Dunia Yang Sebentar Ini, Penentu Keabadian Akhirat

  1. atik
    March 12, 2010

    jadi jurnalis beneran ni sekarang. semangat ya!
    msh inget nasehat ustadz waktu di FKT g mbak? waktu kita lagi ….T_T
    la tahzan! innallaha ma’ana…

  2. Mini
    March 15, 2010

    Amiiin….
    Yang mana dik???

  3. izin nyimak,

    Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 12, 2010 by in Uncategorized and tagged .

Twitter

The Big DayAugust 24th, 2019
The big day is here.

Ya Allah…

Jadikan langkah-langkah hidup kami menjadi bagian dari perjalanan kami menuju surga-Mu

"Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (TQS. Al An'am (6): 162)

March 2010
M T W T F S S
« Dec   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 197 other followers

%d bloggers like this: