Menyikapi Ujian Hidup

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk .” (Al-Baqarah: 155-157)

QS. Al-Baqarah:155

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

QS. Al-Baqarah:156

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”.

QS. Al-Baqarah:157

Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk .”

This slideshow requires JavaScript.

Mengatasi Persoalan Hidup (Aa Gym)

1. Siap

2. Ridha

3. Jangan mempersulit diri

4. Evaluasi diri

5. Hanya Allah satu-satunya penolong

Al Baqarah:216

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al Baqarah:286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

By:Ummy Nunung 

MJJ banget apalagi dibumbui kisah budhenya (80) yg mualaf tambah …..

bersambung…

Sadar!!!

Aku masih berkutat pada masalah pribadi yang seharusnya tidak menjadi prioritas.
Karena:
#Saat aku menyadari posisiku saat ini, aku tidak segera melakukan perubahan. Konsep diri menjadi kacau.
#Aku tidak segera mengupdate visi dan misi.
#Aku masih menempatkan diri sebagai sosok generalis.
#Aku masih menjadikan semua pekerjaan dan perhatianku sebagai masalah prioritas.
#Aku masih belum mempunyai obsesi pada realitas saat ini.
#Aku masih belum memasang indikator kesuksesan.
#Program yang akan aku jalani belum jelas.
Hallooooo… Sadar!!!

Tiga Pilar Kebaikan

Semua kebaikan terangkum dalam tiga kata. Pertama, pandangan. Kedua, diam. Ketiga, bicara.

Setiap pandangan yang tidak menghasilkan ibrah adalah kelalaian akal. Setiap diam yang tidak mengandung pikiran berarti kelengahan. Dan setiap bicara yang tidak mencerminkan dzikir adalah sia-sa.

Berbahagialah orang-orang yang pandangannya menambah ibrah, diamnya berarti pikir, dan bicaranya mencerminkan dzikir, menangisi kesalahan-kesalahannya, dan membebaskan orang lain dari perbuatan jahatnya.

Dunia Yang Sebentar Ini, Penentu Keabadian Akhirat

http://yesyookazzam.blogsome.com

Tut..tut..tut keyboard merangkai kata-kata ini dengan ditemani lantunan syair yang indah

“dunia.. indah diciptakan menawan hati kadang menggoda…”

Crep…deg…deg…deg…
Terasa sesak menyindir dalam…
Menyemangati aku lagi untuk senantiasa mengoreksi niat, mengoreksi apa yang telah dan akan aku lakukan.
Dunia ini…
Inginkah kau tanyakan tentang diriku???
Untuk apa hidupku?

…jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri…

Yang ku katakan adalah diriku dan hidupku akan berubah jadi lebih baik dan bermanfaat!!!

Sambil ku baca kisah-kisah sahabat. Mereka telah menyemangatiku. Subhanallah… ku tanya pada diri, bisakah ku seperti mereka? Setidaknya aku sedikit meniru semangat jihadnya, aku bukan hanya memikirkan diriku sendiri, tapi umat ini. Kesuksesan bangsa adalah kumulatif kesuksesan pribadi.

Akhirnya ku berpikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, penghuni neraka kebanyakan adalah kaum hawa. Sebegitunya perempuan-perempuan punya banyak potensi untuk melakukan kemaksiatan yang menyeretnya ke neraka. Sebaliknya perempuan yang sholehah, wanita yang sholehah akan menandingi bidadari surga.

‘Addunya mal’uunatun mal’uunun maa fiihaa illaa dzikrullahi wamaa walahu aw ‘aaliman aw muta’alliman. (HR. Tirmidzi)
Dunia itu dilaknat apa saja yang ada di diatasnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mengiringi dzikir kepada Allah atau orang yang mengajarkan ilmu atau orang yang mencari ilmu. ( HR. Tirmidzi).

Yang dilaknat adalah syahwat kepada dunia. Tapi tidak salah kalau kita menginginkan dunia. So, memang harus hati-hati dengan urusan dunia. Kesenangan dunia sesaat tapi sungguh menipu.

Janganlah tertipu oleh dunia. Gunakanlah dunia untuk berdzikir kepada Allah.

“Ali kenapa kamu gemetar, sangat ketakutan dan mengapa menangis?” . “Karena sudah 3 hari ini tidak ada orang yang meminta pertolongan kepadaku”, jawab Ali. “ karena menolong adalah bagian dari amalan”, tambahnya.

Ya Allah, betapa kita sering kali tak sampai berpikir seperti Ali. Sungguh menjadi orang yang dibutuhkan adalah kebahagiaan tersendiri, karena ini insyaAllah akan mnejadi ladang amal bagi kita.

Punya HP, maka manfaatkanlah untuk sarana berdzikir kepada Allah. untuk sms tausiyah kepada temen2, sarana ukhuwah dan jihad. Karena ini juga akan mengiringi dzikir kepada Allah. Bukan HP untuk sapa sayang-sayangan lawan jenis yang bukan mahromnya. InsyaAllah, mini sadar akan hal ini kan?
Alangkah indahnya HP dengan nuansa ilmu. Sarana untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi HP yang akan mengantarkan kita ke surga. Dan bisa jadi juga HP-lah yang akan mengantarkan kita ke neraka.

Juga ilmu yang merupakan harta tak ternilai dibanding yang lain. Menuntut ilmu dan berbagi kepada yang lain. Salah satu amalan yang tak terputus sampai nanti di akhirat, selain amal jariyah dan anak sholeh.

Bagaimana cara kita memahami hidup?
Hidup adalah kumpulan berbagai peristiwa. Jadi antara peristiwa dan hidup tidak dapat dipisahkan. Selama masih hidup maka akan terjadi peristiwa, baik itu peristiwa menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Hidup akan lebih bermakna ketika hidup itu banyak diwarnai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa demikian? Karena di balik peristiwa itu selalu ada makna dan terdapat dua hamparan, yaitu hamparan ke surga dan hamparan ke neraka.
Misalkan saja, ketika kamu mesti berangkat ke kampus, tiba-tiba ban sepedamu bocor. Pasti kamu waktu itu, sungguh-sungguh kerja keras, berpikir apa yang akan kamu lakukan supaya kamu bisa tepat waktu sampai kampus dengan sepedamu yang saat itu ternyata bocor. Kamu harus membawanya, menyurungnya sampai bengkel, padahal bengkelnya sejauh 3 KM, karena memang rumahmu masih termasuk terpelosok desa. Hingga akhirnya sampai juga kamu ke kampus. Sesampai kampus, kamu tak hentinya menceritakan kisah ban bocor tadi kepada temen2 sekelas.
Benar kan, akan ada perasaan yang beda ketika kamu berangkat dengan mulus dan ketika kamu berangkat dengan harus berjuang keras dengan ban bocormu.

Ada 4 macam orang terkait dengan peristiwa yang ia alami dalam hidup ini. Pertama, orang yang dipenuhi dengan peristiwa menyenangkan, yang mana mengantarkan ia ke surga. contohnya saja, Allah menganugerahi dirimu dengan suara indah yang kamu gunakan untuk adzan. Kedua, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan tetapi tetap mengantarkan dia ke surga. contohnya, ketika kita sakit, kita tetep berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersama sakitnya tadi. Dan bahkan bisa jadi surga orang kedua lebih luas daripada orang yang pertama. Ketiga, orang yang dipenuhi kesenangan dunia yang mengantarkan dia ke neraka. Contohnya, ketika dititipi oleh Allah dengan melimpahnya harta tapi harta itu ia gunakan untuk diri sendiri, suara indah untuk nyanyi di depan umum apalagi wanita dan itu hanya untuk pamer. Keempat, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan dan ditambah pula peristiwa itu mengantarkan dia ke neraka. Sungguh rugi sekali. Contohnya, saya kan ikhwah sudah tak punya apa-apa, betapa tidak adil sekali Allah memberi sakit. Yang akhirnya sholatnya jarang jarang. Contoh lain, orang yang tak punya yang suka mencuri.
Astaghfirullah…

Ketika hari-hari misal selama kos kekurangan uang. Betapa seringnya emosi ini mudah terpancing. Kadang sedih. Tapi ternyata mau sedih atau mau tidak sedih tidak akan mengubah, kalau kita tak bergerak. Maka dimulai dengan ikhtiar mencari sumber rezeki. Kalau kita mau berusaha, InsyaAllah Allah akan memudahkannya. Ini bukanlah permasalahan yang besar yang membuatmu berputus asa akan keadaan. Karena lihatlah orang di bawah yang belum beruntung bisa kuliah seperti kita. Kadang aku memang kasian juga. Kadang dia menangis. Maka, aku selalu mengajaknya untuk kontinu dalam shaum sunnah dan kalau bisa shaum dawud. Inilah yang akan menjaga hati, mengontrol emosi dan menenangkan pikiran. Semoga orientasi dan niatan puasa senatiasa untuk Allah SWT. Amiiin…
Smangat!3x… rajin!3x…

Dunia ini sungguh sangat sebentar dibandingkan nanti di akhirat yang abadi. Pilihan ada di tangan masing-masing kita. Memilih hamparan menuju ke surga atau hamparan menuju ke neraka. Sungguh ketika kamu bayangkan saja, hidup di dunia yang sementara saja ngerasanya lama juga. Apalagi di akhirat nanti yang abadi, tak terbayang.

Hai mini, selipkan di setiap doa-doamu memohon ampun dan petunjuk kepadaNya dan ikhtiarmu untuk berupaya menemukan jalan menuju ke surga. Kalau lagi susah, berikhtiarlah, bersabar dan bertawakallah kepadaNya.

Ya Allah tetapkan orientasi hidup ini bukan dunia tetapi agama ini.

Ya Allah, gulitakan hati kami dari segala pesona dunia agar kami terlena karena buaiannya, terangkan hati kami dari segala keindahan akhirat agar di hati ini tiada lagi rindu kecuali untuk bertemu denganMu.

Mengetuk Langit

Oleh Aksara Kauniyah 

Langit kusam semburat merah bumi yang gemetar
Sepotong paras kusut kuda apokaliptik mendengus
Dari Timur sangkur berpucuk-pucuk menyebar amis kematian
Bintang kemusuk di langit jagad melepus tak mau redup
Seiring taring memercik liur membusuk
Serupa kelewang karat berkisah usia dan derita
bertepuk gemuruh pada kado hari perayaan
buat perempuan yang nafasnya ditebas timah panas
buat anak-anak dengan sukma tertekuk di kolong bangunan ambruk
buat lelaki dengan tempurung-tempurung retak
buat sengal peradaban yang dihanyut beliung hari petang

Nasar melayang sambil kelimun serapah dikebas ke bumi pasrah
sekelebat tahta agung sehimpun sabda torah
serdadu berderap tanpa wajah
asap puing hitam menebal
dan kitab-kitab sejarah kumal menahan muntah
yang ditulis dengan tangan-tangan lelah
memberi berita yang tak kunjung beda,
ada penjagal menembak sambil tertawa

Lelaki kecil di pojokan abad menggesek biola renta
lagunya merengek mengadu dan bertanya-tanya
pada arak awan di sebelah selatan, pada sejarah yang seronok, pada ingatan yang koyak, pada kota yang makin tua, pada masjid di tengah desa yang porak poranda

Usai terjungkal tempurung ditikam peluru tajam, ayah pergi ke negeri mana
Jantung ibu jadi sarang buat 3 peluru, kenapa pula berhenti bercerita paderi pembela, atau tentang Khaibar yang gembira
Adik satu telanjur kaku di keranda bisu, pada siapa kini berbalas haru
Shaf-shaf manusia di tiga jelaga kota, buat berapa malam mesiu masih terjaga menggali kubang mayat dan telaga darah

Sepuluh jari mungil menengadah semesta
Berbisik-bisik bibir mencoreti tujuh langit dengan doa
Pada Tuhan ia titip ayah, ibu, dan adik yang masih balia
Bikinkan satu rumah buat bersama dengan satu kamar tersisa
Karena tak akan lama
Di atas padang perburuan luka
Di malam sunyi yang mendesah basmallah
Malaikat mengetuk pintu di satu kala
mengantar ia bersama siapa entah,
dengan nama yang satu,
dengan titah yang Ia mau,

:syuhada.

The Best Planner is Just God, Allah

Tidak ada rencana yang akhirnya saya berada di sini, di Jakarta. Tapi semua sudah saya putuskan. It’s right. The Best Planner is Just God Allah.

Semoga saya bisa menghilangkan niat-niat yang melenceng dari memulai amal, di tengah amal hingga akhir amal. Semoga ilmu saya bisa bermanfaat dan saya dengan teman-teman semua bisa saling mengingatkan akan niat yang membersamai amalan-amalan kami.

Ya Allah jadikan amal-amalku adalah keshalihan dan jadikanlah ia hanya untuk-Mu semata dan jangan sampai amal itu untuk seseorang. Amin…

Banyak Jalan Menuju Surga

(By Ustadz Syatori)

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb-Mu dalam keadaan ridha dan diridha. Maka masuklah bersama hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr:27-30).
Kalau kita pikir, sebenarnya kita sendirilah yang membuat jalan menuju surge itu menjadi susah. Kita yakin bahwa sabar adalah salah satu jalan menuju surge. Tetapi kita ditanya apakah kita bersabar dengan kesusahan yang dating, tak jarang yang menjawab susah. Kalau banyak jalan menuju surga mengapa susah-susah mencari jalan menuju ke Negara?
Ya Allah, jadikan langkah-langkah hidup kami menjadi bagian dari perjalanankami menuju surga-Mu. Setiap langkah hidup kita adalah peristiwa yang tergores menjadi sejarah hidup. Amin.
Karena setiap peristiwa adalah bagian dari perjalanan kita menuju neraka atau menuju surga.
Empat golongan dalam perjalanan ke surga atau neraka:
1) Bisa jadi perjalanan kita menuju surga dipenuhi taburan bunga-bunga indah menyenangkan.
2) Bisa pula jalan kita menuju surga adalah jalan yang tidak menyenangkan. Kita harus melewatinya penuh perjuangan dan pengorbanan.
Tapi kita harus meyakini bahwa kesusahan hidup di dunia tidak akan pernah lama. 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dst untuk kebahagiaan akhirat yang abadi.
3) Ada perjalanan ke nerakanya bertaburkan bunga-bunga keindahan.
4) Sebagian yang lain menjumpai perjalanan ke nerakanya dipenuhi jurang merintang yang tidak menyenangkan. 
Bukalah mata, agar kita selalu menemukan jalan menuju ke surga.
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Al Fushshilat: 34).
Jalan menuju surga hanya bisa ditemukan oleh orang-orang yang nafsunya sudah muthmainnah. 
Siapakah nafsu muthmainnah itu?
1) Nafsu yang mengimani pertemuan dengan Allah agar pertemuan denganNya mengesankan.
2) Takut kepada Allah dengan senantiasa mendekatkan diri kepadaNya.
3) Ridha terhadap semua ketentuan Allah.
4) Merasa cukup dengan semua pemberian Allah (Qana’ah)
5) Merasa tenang karena percaya dengan jaminan Allah.
6) Selalu merasa diawasi oleh Allah.
7) Cemas kalau sampai Allah melihat dia sedang dalam keadaan yang tidak disukaiNya.
8) Selalu berupaya menambah tingkat kedekatan dengan Allah.
9) Jujur pasrah kepada Allah.
10) Bersegera memenuhi apa yang diperintah Allah dan RasulNya.

Ramadhan Kali Ini, MENANGKAN!!!

Kita sering merasa jenuh dan bosan mendengarkan ceramah atau kajian karena barangkali kita sudah sering mendapatkan materi yang disampaikan. Tidakkah kita butuh diingatkan? Kalau kita merasa tidak perlu diingatkan, generasi sesudah kita perlu pengingatan. Demikian juga Ramadhan. Kita sangatlah membutuhkan pengingatan. Pengingatan akan keutamaan dan kemuliaannya agar kita bisa menjalani Ramadhan lebih dan lebih baik lagi dan untuk memperbaiki kelalaian akan Ramadhan yang lalu. Mungkin kita tidak mencapai target minimal membaca Al Quran 3 kali khatam, sholat lail, hafalan, dsb pada Ramadhan tahun-tahun yang lalu. Diri kita lah yang tau penyebabnya sehingga Ramadhan kali ini bisa lebih baik lagi.

Sayyid Quthb menuliskan tentang Rasulullah dalam Fi Zhilaal Al Quran, “Rasulullah adalah seorang yang mengingatkan. Ia harus mengingatkan dan terus menerus mengingatkan meskipun berhadapan dengan orang yang menolak dan mendustainya. Itu karena peringatan bermanfaat bagi orang beriman dan tidak bermanfaat bagi selain mereka, yakni orang-orang yang menentang Allah. Pengingatan adalah tugas utusan Allah, sementara apakah orang yang kemudian menerima atau sesat, itu di luar dari tugas Rasul.”
Jika kita masih ingat Ramadhan, mungkin orang lain ada yang lupa. Itulah fungsinya pengingatan.

Ingatlah salah satu firman Allah SWT di bawah ini:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah :183)

Allah memanggil orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Masih berimankah kita? Ini adalah peringatan agar kita senantiasa menguatkan iman dan lebih beriman lagi. Dan bagi yang beriman diingatkan untuk menjalankan kewajiban berpuasa.

Usia kita bertambah satu tahun, kita lebih dewasa, cara berpikir kita lebih matang dan perencanaan masa depan dunia akhirat pun semakin matang dan rapi. Kondisi, tingkat keimanan, tingkat kemungkaran, semangat dan suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dan satu hal lagi, pengingatan. Kemenangan apa saja yang akan kita ukir pada Ramadhan kali ini? Di Ramadhan 1430 H? Kita pastinya ingin mendapatkan Lailatul Qadar dan derajat taqwa. Tertarik dengan banyak hal yang ditawarkan di bulan Ramadhan dan kita tidak ingin membiarkannya lewat begitu saja.

Telah banyak sejarah kemenangan yang telah terukir di Bulan Ramadhan. Sebelum terlambat. Adalah lebih baik kita menyiapkannya lebih matang. Target-target yang ingin kita capai bisa kita tulis di sebuah buku khusus Ramadhan. Amalan-amalan apa saja yang akan dilakukan. Buku tersebut bisa digunakan sebagai bahan evaluasi selama Ramadhan. Tentang sejarah yang akan kita ukir di Ramadhan kali ini. Sehingga Ramadhan kali ini bisa kita MENANGKAN!

We are what we think

Kita sering merasa puas ketika mendapatkan apa yang kita inginkan.. Terlarut di dalamnya hingga terhentilah keinginan untuk memberikan karya yang lebih dari itu. Ataukah sebaliknya? Merasa potensi yang kurang. Mau infaq tidak ada uang, mengeluh. Mau sholat jama’ah ke masjid, jauh. Mau ikut kajian, sibuk. Mau nglanjut sekolah, kayaknya otak dipakai mikir susah. Jangan sedih kawan. Kesempatan masih banyak.

Setiap kita ada tantangan tersendiri. Mau berhenti berjuang atau maju terus. Allah telah menyiapkan kunci kesuksesan, tergantung kita mau berjalan mengambilnya atau tidak. We are what we think. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Yakinlah bahwa kita bisa berkontribusi dan memberikan karya besar dengan melakukannya terus-menerus menggunakan potensi yang Allah berikan pada diri kita. Sadar atau tidak bahwa ladang kebaikan itu sangat luas di depan mata kita. ”Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang berkesinambungan walaupun hanya sedikit.” (HR. Muslim). We are our contributions. Kita adalah kontribusi kita. Kita adalah sejarah yang kita ciptakan.

Berawal dari keinginan melakukan kebaikan dan tetap konsisten mengamalkannya. Semoga kita mendapat ridlo Allah dan keberkahan hidup. Bergembiralah kawan dengan surga yang telah Allah janjikan jika kita bisa istiqomah di jalan dakwah ini, melakukan perbaikan, kebaikan, menyempurnakan usaha dan doa sampai akhir hayat. Mendapatkan indahnya husnul khatimah. Amin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers